_UJUNG PELANGI jilid 2_
Maaf..
Aku harus menyapamu (lagi)
disaat yg tidak tepat
bila dada rasa sesak oleh hasrat
(masih kau)
di ujung pelangi..
tentang perasaanku kepadamu
tentang bias yg tg tak sempat jadi pelangi
atau langit mendung yang masih menyimpan titik-titik air
sebelum menjadi hujan..
AKU selalu menunggumu di sana
menunggu kau mengajarkan arti setiap warna
dalam spektrumnya
setidaknya sampai AKU lelah
atau mungkin KAU yg takkan pernah berada dsana..
Ya...
mestinya KITA akhiri saja
karena sungguh AKU tidak bisa memulai sesuatu
yang tidak bisa KITA akhiri
begitu juga dengan perasaan ini
tak semestinya kita biarkan terus tumbuh
meski KAU dan AKU
masih terus berusaha untuk MEMBUNUHNYA!!!
Maaf..
Aku harus menyapamu (lagi)
disaat yg tidak tepat
bila dada rasa sesak oleh hasrat
(masih kau)
di ujung pelangi..
tentang perasaanku kepadamu
tentang bias yg tg tak sempat jadi pelangi
atau langit mendung yang masih menyimpan titik-titik air
sebelum menjadi hujan..
AKU selalu menunggumu di sana
menunggu kau mengajarkan arti setiap warna
dalam spektrumnya
setidaknya sampai AKU lelah
atau mungkin KAU yg takkan pernah berada dsana..
Ya...
mestinya KITA akhiri saja
karena sungguh AKU tidak bisa memulai sesuatu
yang tidak bisa KITA akhiri
begitu juga dengan perasaan ini
tak semestinya kita biarkan terus tumbuh
meski KAU dan AKU
masih terus berusaha untuk MEMBUNUHNYA!!!
dalem bgtt.......
ReplyDeletetp lebih mirip cerita..
coba pke kata2 yg "lebih"
hehee.. knp ya rata2 penulis tu cengeng.. tp selalu saja bikin terhanyut.. contohnya ini..
ReplyDeleteka.. Salah klo kita anggap dirita ga berbakat dalam menulis.. bohongki klo kita anggap dirita ga bisa Nulis.. ni bukan kata2 lebay atopun penyemangat.. tp.. ni ungkapan kenyataan yg terlihat dari mata..so Nice .. ^_^ sederhana tp Mantab..